29°C
Hujan Lebat

Zona Risiko Banjir

Fondasi spasial AIRA: titik kritis BRIDA–ITS (2026) & outlet drainase Kota Sumenep (Resmani dkk., 2017).

Titik Kritis BRIDA–ITS
6
Outlet Tergenang (Q5)
6
Outlet Berpengaruh Backwater (kajian)
4
Koridor Jalan OSM Terpetakan
12
Zona Drainase (kajian 2017) Risiko 3 Layer Dasar Penelitian Koordinat Aksi
KRT-01 · Titik Kritis BRIDA–ITS
Dr. Wahidin – Setiabudi
Outlet 3: Jl. KH Sajad → Jl. Dr. Wahidin; koridor Jl. Dr. Wahidin – Jl. Dr. Setiabudi (Pajagalan)
Outlet 3 · 2.52 m³/s
Cukup (Q5)
Dinamis 72
S
60
H
75
R
81
  • BRIDA Sumenep × ITS (2026) — titik kritis banjir perkotaan
  • Survei lapangan BRIDA–ITS 31 Okt 2025 — 15 titik genangan 30–45 cm
  • Resmani dkk. (2017) — kajian kapasitas drainase Kota Sumenep (SWMM)
  • Geometri jalan/sungai: OpenStreetMap (ODbL)
Data resmi
-7.010492, 113.863241 · elev. 8 m
SDN Pajagalan I, Jl. Dr. Wahidin — koordinat Pusdatin Kemendikdasmen (NPSN 20530026).
Menampilkan 1–1 dari 1 data

Rujukan Penelitian

Setiap koordinat memiliki sumber yang dapat ditelusuri: data resmi (Pusdatin Kemendikdasmen), koordinat penelitian (Sungai Marengan), geometri jalan/sungai OpenStreetMap, atau alamat terdaftar pada jalan yang disebut penelitian. Elevasi tanah dari SRTM 30 m. Penelitian tidak mempublikasikan titik CCTV — kamera & sensor adalah titik pantau usulan AIRA pada lokasi bersumber tersebut.